HADIRI VIRTUAL–TPA Bunda Piara Kabupaten Barito Utara mengikuti wawancara dan pendalaman secara virtual bersama Tim Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Selasa (2/6/2026).(WB:Dok.Diskominfosandi)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Inovasi layanan pengasuhan anak yang dikembangkan Taman Penitipan Anak (TPA) Bunda Piara Kabupaten Barito Utara berhasil menarik perhatian tingkat nasional. Melalui program “TAMASYA TPA Bunda Piara di Area Pasar”, lembaga tersebut masuk nominasi Praktik Baik Cerita Inspiratif di Area Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Sebagai bagian dari proses penilaian, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin bersama Kepala Dinas PPKBP3A Barito Utara, Silas Patiung, mendampingi Kepala Sekolah TK Bunda Piara mengikuti wawancara dan pendalaman secara virtual dengan Tim Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, Selasa (2/6/2026).

Program TAMASYA dinilai menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya pedagang dan pekerja di kawasan pasar yang membutuhkan tempat pengasuhan anak yang aman sekaligus mendukung pendidikan usia dini.

Kepala Sekolah TK Bunda Piara, Endang Pursini, menjelaskan bahwa layanan tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh fasilitas pengasuhan anak di area publik.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengasuhan yang aman dan nyaman, tetapi juga memperoleh stimulasi pendidikan sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Sementara orang tua dapat bekerja dengan lebih tenang,” ujarnya.

Menurut Endang, keberadaan TPA di lingkungan pasar menjadi salah satu bentuk inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada pemenuhan hak anak dan kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Hj. Maya Savitri Shalahuddin mengapresiasi capaian TPA Bunda Piara yang berhasil masuk dalam nominasi tingkat nasional. Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mendukung pembangunan keluarga dan perlindungan anak.

“Keberadaan TPA Bunda Piara di area publik merupakan bentuk kepedulian bersama dalam memenuhi hak anak serta membantu orang tua yang bekerja agar tetap dapat memberikan pengasuhan yang optimal,” katanya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak yang mudah diakses, aman, nyaman, dan ramah anak.

Tahapan wawancara berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek program, mulai dari inovasi layanan, manfaat yang dirasakan masyarakat hingga dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Hasil pendalaman ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan nominasi terbaik pada ajang Praktik Baik Cerita Inspiratif di Area Publik tingkat nasional tahun 2026.(jes)