HALAL BI HALAL BERSAMA ASN-Usai melaksanakan apelm gabungan, Bupati H Shalahuddin, Wakil Buapti Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis, staf ahli bupati, asisten sekda serta kepala OPD dan ASN lingkup Pemkab setempat mengadakan halal bi halal, di arena Tiara Batara, Rabu (25/3/2026).(foto:WB)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai menunjukkan sikap tegas terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai lamban. Bupati H. Shalahuddin, S.T., M.T., tidak hanya menyoroti rendahnya realisasi anggaran yang hanya mencapai 6,38 persen, tetapi juga mengeluarkan peringatan keras berupa ancaman pembinaan hingga mutasi bagi jajarannya yang tidak kunjung menunjukkan perbaikan kinerja.

Dalam apel gabungan dan halal bihalal yang berlangsung di Arena Tiara Batara, Rabu (25/3/2026), Bupati mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan anggaran saat ini sangat timpang dibandingkan target yang dikejar. Dengan waktu yang terus berjalan, ia memproyeksikan bahwa di akhir bulan ini target serapan harus menyentuh angka 20 persen, sebuah lonjakan yang signifikan dari posisi saat ini.

“Masih ada kekurangan yang cukup besar. Ini perhatian serius. Saya tidak ingin ada alasan klasik di akhir tahun nanti. Percepat pelaksanaan program, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial,” ujar Bupati dengan nada tegas di hadapan para pejabat eselon II, III, dan IV.

Lebih dari sekadar mengejar target angka, Bupati Shalahuddin menekankan bahwa evaluasi kinerja aparatur akan dilakukan secara objektif dan berjenjang. Ia secara blak-blakan memperingatkan para pejabat agar tidak merasa nyaman dengan jabatan yang sedang diemban.

“Jangan pernah merasa paling dibutuhkan. Organisasi akan tetap berjalan tanpa kita. Jika kinerja tidak menunjukkan perbaikan, saya akan lakukan pembinaan hingga pergantian jabatan. Ini bukan sekadar wacana, ini konsekuensi organisasi yang harus saya tegakkan untuk menjaga kualitas pemerintahan,” ancamnya.

Selain membahas masalah anggaran dan kinerja, Bupati juga menyentuh persoalan disiplin dan penyimpangan perilaku ASN yang dinilai dapat mengganggu ekosistem kerja. Ia memastikan setiap persoalan akan ditindaklanjuti secara aturan, dengan mengedepankan profesionalisme tanpa mengesampingkan privasi individu selama tidak berdampak pada pelayanan publik.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN untuk mengubah paradigma kerja. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan pelayan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi, serta dilandasi niat sebagai bentuk ibadah.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita luruskan niat, perkuat kolaborasi. Jika kita semua berkomitmen, target 20 persen itu bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa kita serius memajukan Barito Utara,” pungkasnya.(jes)