Solusi Konkret Diharapkan: DPRD Barito Utara Bahas Pemindahan Jaringan Listrik Desa Lemo dengan PLN

KUNKER KE PLN BANJAR BARU-Anggota DPRD Barito Utara melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjar Baru, Kamis (11/12/2025).(wartabarito:ist)
WARTABARITO.ID, Banjar Baru– Tekanan masyarakat Desa Lemo, Barito Utara, terkait jaringan listrik yang bermasalah akhirnya dibawa langsung para wakil rakyat ke manajemen PT PLN. Dalam kunjungan kerja ke kantor PLN Unit Induk Distribusi Kalsel-Kalteng, Kamis (11/12/2025), delegasi DPRD Barito Utara mendesak percepatan pemindahan jalur fisik jaringan listrik ke lokasi yang lebih layak.
Desakan ini merupakan eskalasi dari rangkaian komunikasi sebelumnya. Wakil masyarakat Desa Lemo I dan II, Kecamatan Teweh Tengah, sebelumnya telah mengancam akan berdemonstrasi pada 10 November 2025 akibat gangguan listrik dan internet yang kronis. Menanggapi hal itu, DPRD setempat telah menggelar rapat dengar pendapat pada 20 November lalu yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan pihak PLN.
“Aspirasi yang kami bawa sangat jelas. Masyarakat mengusulkan pemindahan jaringan ke jalur Lemo Seberang sebagai solusi permanen. Ini bukan sekadar permintaan, tapi solusi yang mereka anggap paling realistis setelah bertahun-tahun menderita,” tegas anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut paparan yang disampaikan, usulan masyarakat didasari sejumlah pertimbangan matang. Jalur eksisting sepanjang 9 kilometer dianggap sudah tidak viable karena mengikuti jalan lama yang kini menjadi jalan buntu. Jaringan yang dibangun sejak 1992 itu dinilai sudah uzur dan sulit diakses untuk perawatan, meski pernah dilakukan pemeliharaan pada 2023.
Sebaliknya, jalur alternatif sepanjang 30 kilometer via Lemo Seberang dianggap lebih stabil dan berkelanjutan. Masyarakat juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh proses pemindahan di lapangan.
Pertemuan ini juga dimanfaatkan anggota dewan lainnya untuk menyuarakan permasalahan serupa di daerah pemilihannya masing-masing, mencakup wilayah Lahei Barat, Teweh Timur, Tambaba, hingga Gunung Purei, menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur listrik adalah isu yang lebih luas.
Manajemen PT PLN UID Kalsel-Kalteng menyambut pertemuan tersebut. Kehadiran langsung pimpinan PLN beserta jajaran memberi sinyal keseriusan dalam menangani keluhan ini.
“Komitmen kami di DPRD adalah mengawal proses ini hingga tuntas. Kami berharap pertemuan ini menjadi pemantik aksi konkret PLN untuk mewujudkan layanan listrik yang stabil dan layak bagi warga Desa Lemo,” pungkas Patih Herman.
Dengan dibawanya persoalan ini ke level manajemen regional, harapan untuk penyelesaian teknis yang lebih cepat kini semakin terbuka. Masyarakat menanti realisasi komitmen yang dibahas dalam forum tersebut.(jes)




Tinggalkan Balasan