KONFRENSI PERS-Kejaksaan Negeri Barito Utara menggelar konferensi pers terkait kinerja signifikan sepanjang tahun 2025 pada Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Selasa (9/12/2025).(wartabarito:Dok Kajari Barut)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Komitmen Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Utara dalam penyelamatan aset negara membuahkan hasil nyata. Sepanjang tahun 2025, lembaga penegak hukum ini berhasil mengamankan dana sebesar Rp6,66 miliar untuk dikembalikan ke kas negara, melalui mekanisme penegakan hukum yang komprehensif.

Kepala Kejari Barito Utara, Fredy Feronico Simanjuntak, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pemulihan keuangan negara merupakan fokus utama. “Target kami bukan sekadar menindak, tetapi memastikan kerugian negara kembali. Setiap putusan pengadilan dieksekusi dengan profesional dan akuntabel, sebagai wujud pertanggungjawaban kepada publik,” tegas Fredy, Selasa (9/12/2025) di Muara Teweh.

Sumber pemulihan dana tersebut sangat beragam, menunjukkan pendekatan holistik. Kontribusi terbesar berasal dari Uang Pengganti Tindak Pidana Korupsi yang mencapai Rp6 miliar, diikuti oleh realisasi dari denda pelanggaran lalu lintas, penjualan barang rampasan, serta penerimaan dari perkara lainnya.

Di balik angka tersebut, terdapat strategi penegakan hukum yang tidak hanya represif. Fredy menyoroti pendekatan Restorative Justice yang berhasil menyelesaikan satu perkara. “Penegakan hukum yang tegas harus berjalan seiring dengan pendekatan yang humanis dan menyelesaikan akar masalah, ketika dimungkinkan,” jelasnya.

Kinerja Kejari Barito Utara di 2025 tidak hanya di bidang pemulihan aset. Secara paralel, mereka menggerakkan upaya preventif melalui pendampingan hukum pada 51 proyek senilai Rp311,9 miliar dan pengawasan 5 proyek strategis daerah. Sinergi antar seksi, dari Intelijen hingga Datun, juga diperkuat dengan 11 nota kesepahaman untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Pencapaian ini adalah modal kami untuk tahun depan. Kejari Barito Utara akan terus konsisten sebagai garda depan pemulihan keuangan negara dan pengawal integritas di daerah,” pungkas Fredy menutup pernyataannya. (jes)