Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan, penciptaan peluang kerja, dan pengembangan usaha produktif.

Hal itu disampaikannya, Selasa (6/10/2026), saat menanggapi penutupan Pelatihan Desainer Grafis Muda, Menjahit Pakaian dengan Mesin, dan Menjahit Pakaian Sesuai Style yang diselenggarakan UPT Balai Latihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Barito Utara di Aula Dinas Nakertranskop-UKM.

Menurut Naruk, pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus memiliki kemampuan untuk membangun usaha secara mandiri.

Ia menekankan, keberhasilan program pelatihan tidak cukup diukur dari selesainya kegiatan atau diterimanya sertifikat oleh peserta. Lebih dari itu, keterampilan yang diperoleh harus dapat diterapkan secara nyata dan menghasilkan manfaat ekonomi.

“Peserta harus mampu memanfaatkan keterampilan yang sudah diperoleh. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus berlatih, menghasilkan karya, dan melihat peluang yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan,” tegasnya.

Naruk menjelaskan, keterampilan desain grafis memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi jasa profesional, terutama dalam memenuhi kebutuhan promosi, publikasi, dan pemasaran digital. Sementara itu, kemampuan menjahit dapat menjadi modal untuk membuka jasa jahit, memproduksi pakaian, hingga mengembangkan usaha di bidang fesyen.

Ia juga mendorong para peserta agar mampu membaca kebutuhan pasar, menjaga kualitas hasil pekerjaan, serta mengikuti perkembangan teknologi dan tren usaha. Dengan langkah tersebut, keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Naruk menilai, pemerintah daerah perlu terus memperkuat program pelatihan berbasis kompetensi dengan memperhatikan kebutuhan tenaga kerja, potensi usaha lokal, dan peluang pasar di Kabupaten Barito Utara.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, instruktur, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membantu peserta mengembangkan kemampuan hingga siap memasuki dunia kerja atau menjalankan usaha.

Ia turut mengapresiasi Dinas Nakertranskop-UKM Barito Utara, para instruktur, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan tersebut.

Naruk berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jenis pelatihan yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan lapangan kerja.

“Harapan kita, peserta benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat dan terus meningkatkan kemampuannya. Dengan begitu, pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka kesempatan kerja, menciptakan usaha, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” pungkasnya.

Ia optimistis, pengembangan keterampilan masyarakat secara konsisten dapat memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di Kabupaten Barito Utara.(jes)