Anggota DPRD Barito Utara Naruk Saritani

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang digelar di kawasan eks Bandara Lama Muara Teweh. Kegiatan yang diprakarsai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama berbagai komunitas ini dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Naruk menegaskan bahwa aksi bersih-bersih yang mengusung tema “Indonesia Bersih, Sehat dan Lestari” tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan warga menjadi indikator positif bahwa kepedulian terhadap lingkungan semakin mengakar di Kabupaten Barito Utara.

“Kami di DPRD menyambut baik inisiatif DLH dan komunitas yang turun langsung ke lapangan. Ini menunjukkan bahwa semangat menjaga kebersihan tidak hanya menjadi wacana, tetapi sudah diwujudkan dalam aksi nyata,” ungkap Naruk saat dihubungi pada Minggu (22/2/2026).

Politisi tersebut menekankan bahwa permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Ia mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R, yakni mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang sampah, mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

“Kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari dapur kita sendiri. Jika setiap keluarga disiplin, maka volume sampah yang dikirim ke TPA bisa berkurang drastis,” jelasnya.

Lebih jauh, Naruk mendorong penguatan program bank sampah dan ekonomi sirkular sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, DPRD siap mendukung regulasi dan penganggaran yang memadai untuk memastikan program-program lingkungan berjalan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi lintas generasi. Naruk berharap momentum HPSN 2026 dapat menjadi pintu masuk untuk membudayakan gaya hidup bersih, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.

“Keterlibatan anak muda sangat menentukan. Mereka adalah agen perubahan yang bisa menyebarkan kebiasaan baik ini ke lingkungan sekolah dan pergaulannya,” tandasnya.

Dengan sinergi yang terus dibangun, Naruk optimistis Barito Utara mampu menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya berhenti pada aksi simbolis, tetapi menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari keseharian.

“Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar gerakan musiman. Masa depan daerah ini ada di tangan kita semua,” pungkasnya.(jes)