RAPAT PERSIAPAN PELATIHAN JULEHA-MUI Kabupaten Barito Utara melaksanakan rapat persiapan pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar di Masjid Raya Shiratal Mustaqim, Jumat (8/5/2026).(WB:ist)

WARYABARITO.ID, Muara Teweh – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Utara mematangkan rencana pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) melalui rapat persiapan yang digelar di Masjid Raya Shiratal Mustaqim, Jumat (8/5/2026).

Ketua panitia pelaksana, Mardjulin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengacu pada Surat Keputusan MUI Kabupaten Barito Utara Nomor 019/DP-K-MUI/V/2026 tertanggal 25 April 2026.

Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk mencetak tenaga penyembelih yang memiliki kompetensi teknis sekaligus pemahaman mendalam terkait syariat Islam dan standar kesehatan.

“Peran juru sembelih sangat penting dalam memastikan daging yang dihasilkan memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan yang benar, baik dari sisi agama maupun higienitas,” ujar Mardjulin, Minggu (10/5/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku penyembelihan, khususnya dalam menghadapi momentum ibadah kurban, agar proses yang dilakukan sesuai dengan tuntunan agama.

Pelatihan dan sertifikasi Juleha dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026 atau bertepatan dengan 28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah, bertempat di Masjid Raya Shiratal Mustaqim Muara Teweh.

Peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai unsur, seperti MUI tingkat kabupaten dan kecamatan, Dewan Masjid Indonesia Barito Utara, pengurus Juleha, hingga perwakilan masjid, langgar, dan mushola.

Sementara itu, narasumber yang dihadirkan berasal dari pengurus Juleha Indonesia tingkat pusat dan wilayah, tim teknis dari Juleha Pulang Pisau, dokter hewan dari dinas terkait, serta Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Barito Utara.

Mardjulin berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal, sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kehalalan produk daging bagi masyarakat.

“Harapannya, para peserta nantinya dapat menjadi juru sembelih yang profesional, memahami aturan agama, dan mampu menjaga standar keamanan pangan,” tandasnya.(jes)