Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Hj. Nety Herawati

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Komitmen memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar terus mendapat dukungan dari legislatif. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Pelatihan Penulisan Cerita Pendek yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Muara Teweh, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Muara Teweh tersebut berlangsung di Aula Komputer sekolah dan menghadirkan narasumber Tutini, S.Pd., guru dari SMA Negeri 1 Muara Teweh. Turut hadir Pengawas Sekolah Sri Rahayu, S.Pd. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, jajaran wakil kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, serta para siswa peserta pelatihan.

Dalam keterangannya, Hj. Nety Herawati menilai pelatihan menulis cerpen menjadi salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan minat baca dan tulis di kalangan siswa, sekaligus melatih kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, penguatan literasi di sekolah tidak hanya berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan rasa percaya diri peserta didik.

“Pelatihan seperti ini penting untuk membekali siswa dengan kemampuan mengekspresikan gagasan secara tertulis. Ini bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif dan komunikatif,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik rencana sekolah untuk menghimpun dan membukukan karya-karya siswa. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para pelajar terus mengasah kemampuan menulis mereka.

Sebagai mitra pemerintah daerah di bidang pendidikan, Komisi I DPRD Barito Utara, lanjutnya, akan terus mendukung program-program yang mendorong peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan literasi di satuan pendidikan.

Hj. Nety berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak siswa, sehingga budaya membaca dan menulis benar-benar menjadi bagian dari keseharian pelajar di Barito Utara.

Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis sekolah-sekolah di daerah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang kuat dan berkarakter.(jes)