Guru Barito Utara Diperkuat Digital, IFP Jadi Ujung Tombak Pembelajaran Interaktif

SOSIALISASI PEMANFAATAN IFP-Dinas Pendidikan Barito Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan IFP kepada para satuan pendidikan jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta Se-Kabupaten Barito Utara, di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Rabu (14/1/2026).(WB:Dok Dinas Pendidikan)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Sebanyak 219 perwakilan guru dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Barito Utara mengikuti pelatihan intensif pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Pelatihan ini digelar Dinas Pendidikan setempat untuk mempercepat transformasi digital di ruang kelas dan mengoptimalkan bantuan perangkat teknologi dari pemerintah pusat.
Kegiatan yang berpusat di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh pada Rabu (14/1/2026) tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi guru, khususnya yang memiliki latar belakang Teknologi Informasi (TI), untuk menguasai fitur interaktif IFP. Peserta terdiri dari 177 sekolah negeri dan 42 sekolah swasta.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Barito Utara, Samsul Astorijaya, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis. “Target kami bukan sekadar penyaluran alat, tetapi perubahan metode mengajar. IFP ini adalah pintu masuk menuju pembelajaran yang lebih dinamis, kolaboratif, dan sesuai dengan zaman,” ujarnya.
Astorijaya memaparkan, hingga saat ini bantuan IFP produk dalam negeri merek Vision S (Hisense) telah diterima 147 SD, 34 SMP, dan 27 PAUD/TK. Proses pemasangan di sekolah penerima masih berlangsung. “Kami minta dukungan penuh kepala sekolah untuk memastikan alat ini terpasang dengan baik dan langsung dimanfaatkan dalam proses belajar-mengajar,” imbaunya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan perangkat, terutama di wilayah rawan banjir, serta meminta kesabaran sekolah yang belum menerima bantuan.
Pelatihan ini dirancang untuk memastikan investasi teknologi memberikan dampak langsung. Dinas Pendidikan berharap, dengan kemampuan guru yang mumpuni, IFP dapat menjadi katalisator peningkatan kualitas pembelajaran, mendorong kreativitas siswa, dan mengurangi kesenjangan digital di daerah.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami mewujudkan Asta Cita Presiden di bidang pendidikan. Kami optimis, dengan sinergi yang baik antara perangkat canggih dan guru yang kompeten, mutu pendidikan di Barito Utara akan terdongkrak signifikan,” tutup Astorijaya.
Pendampingan teknis untuk guru SD dan SMP akan berlanjut di bawah koordinasi Bidang TIK Dinas Pendidikan, sementara untuk jenjang PAUD/TK akan dilaksanakan terpisah oleh Bidang P3M.(jes)




Tinggalkan Balasan