Bupati Shalahuddin Tekankan Percepatan Realisasi APBD, Soroti Kinerja Sejumlah OPD

APEL GABUNGAN LINGKUP PEMKAB-Bupati Barito Utara H Shalahuddin pimpin apel gabungan dilingkup Pemkab Barito Utara di halaman kantor bupati, Senin (18/5/2026).(foto:WB)
WARTABARITO.ID. Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyoroti masih rendahnya realisasi penyerapan anggaran pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel gabungan di halaman kantor bupati, Senin (18/5/2026).
Dalam arahannya, bupati menegaskan bahwa percepatan penyerapan anggaran harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah. Ia mencatat masih adanya OPD dengan capaian realisasi di bawah target serta deviasi minus yang cukup tinggi.
Beberapa OPD yang disoroti antara lain Dinas PUPR dengan realisasi 7,18 persen dan deviasi minus 25,32 persen, Dinas Pertanian 12,63 persen dengan deviasi minus 16,87 persen, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat 16,36 persen dengan deviasi minus 16,14 persen, serta RSUD Muara Teweh dengan deviasi minus mencapai 31,37 persen.
“Atas kondisi ini, hari ini juga kita lakukan rapat evaluasi khusus terhadap empat perangkat daerah tersebut,” tegasnya.
Meski secara posisi di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Barito Utara masih berada pada peringkat dua hingga tiga terbaik, namun menurutnya capaian tersebut belum memuaskan karena deviasi masih terlalu besar.
Ia menargetkan ke depan deviasi penyerapan anggaran tidak melebihi satu hingga dua persen, dengan batas maksimal tiga persen, sesuai standar yang telah diselaraskan dengan target nasional.
Lebih lanjut, bupati menjelaskan bahwa penyerapan anggaran menjadi indikator utama dalam mengukur kinerja perangkat daerah, sekaligus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semakin cepat realisasi APBD, maka perputaran ekonomi akan meningkat, lapangan kerja terbuka, dan UMKM ikut berkembang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga mengingatkan pentingnya disiplin ASN, termasuk dalam pelaksanaan apel gabungan. Ia menegaskan bahwa apel tetap harus dilaksanakan dalam kondisi apapun, termasuk saat hujan, dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Saya ingin melihat kesiapan kita dalam menjalankan tugas, termasuk kedisiplinan dalam mengikuti apel,” pungkasnya.(jes)




Tinggalkan Balasan