PEMBANGUNAN JEMBATAN LAHEI – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, melaksanakan groundbreaking pembangunan Jembatan Lahei–Lahei Seberang Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Lahei, Kamis (8/10/2026).(Foto:WB)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan pembangunan Jembatan Lahei–Lahei Seberang harus diselesaikan sesuai target pada 2029. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi pengungkit konektivitas wilayah, memperpendek waktu perjalanan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Lahei dan Lahei Barat.

Penegasan itu disampaikan Shalahuddin saat memimpin groundbreaking pembangunan Jembatan Lahei–Lahei Seberang Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Lahei, Kamis (8/10/2026). Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjadikan target penyelesaian sebagai komitmen bersama, dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan dan keselamatan konstruksi.

“Target tahun 2029 tidak ada tawar-menawar. Tahun 2029 kita semua yang hadir di sini kembali lagi ke tempat ini dan, insyaallah, sudah bisa menyeberang ke seberang sana,” tegas Shalahuddin.

Menurutnya, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian penting dari upaya pemerintah daerah membuka akses antarkawasan dan mempercepat pemerataan pembangunan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi hambatan transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat.

Shalahuddin menjelaskan, perjalanan masyarakat menuju wilayah Lahei Barat, khususnya Bernau, saat ini masih membutuhkan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam. Dengan hadirnya jembatan, waktu tempuh tersebut diharapkan dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam.

Selain itu, akses penyeberangan yang selama ini mengandalkan feri juga diharapkan menjadi lebih mudah setelah jembatan beroperasi. Kondisi tersebut akan memberikan manfaat bagi mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi masyarakat di kedua wilayah.

“Kalau sekarang untuk menyeberang harus melalui feri, nanti tidak lagi. Masyarakat bisa langsung menuju Kecamatan Lahei dan Lahei Barat melalui jembatan ini,” ujarnya.

Di sisi pelaksanaan, Bupati mengingatkan kontraktor agar tidak hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian proyek. Menurutnya, percepatan harus berjalan beriringan dengan kualitas dan keamanan konstruksi agar jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau dulu ada istilah, biar lambat asal selamat. Sekarang tidak bisa lagi. Sekarang harus cepat dan selamat,” katanya.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Shalahuddin meminta kontraktor pelaksana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara, serta seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan pengawasan pada setiap tahapan pembangunan.

Ia memperkirakan pekerjaan fisik jembatan berlangsung sekitar dua tahun, sedangkan keseluruhan proses hingga penyelesaian pembayaran ditargetkan dalam kurun waktu tiga tahun. Karena itu, pengendalian waktu, mutu, dan pelaksanaan pekerjaan menjadi faktor penting untuk mencapai target 2029.

“Harapan saya, pada tahun 2029 jembatan ini betul-betul dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Shalahuddin juga menyebut Jembatan Lahei–Lahei Seberang sebagai salah satu dari tiga pembangunan jembatan besar yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Dua proyek lainnya adalah Jembatan Tumpung Laung–Sikan dan Jembatan Lemo.

Ia menyampaikan progres keseluruhan Jembatan Tumpung Laung–Sikan telah mencapai sekitar 42 persen, sementara pekerjaan bentang tengah masih dalam proses penyelesaian. Adapun Jembatan Lemo terus didorong agar dapat diselesaikan dan diresmikan pada 2028.

Pemerintah daerah, lanjutnya, ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyelesaian proyek, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses transportasi yang lebih efisien dan terbukanya peluang ekonomi baru.

“Kalau bisa, pekerjaan yang seharusnya sepuluh tahun kita selesaikan dalam tiga tahun. Hari ini anggaran sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik,” pungkasnya.

Kegiatan groundbreaking tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, kontraktor, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Kecamatan Lahei dan Lahei Barat.(jes)