Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mendorong agar penjajakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) ditindaklanjuti secara serius dan terencana. Kerja sama tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Dukungan itu disampaikan Patih Herman AB pada Selasa (13/10/2026), menyikapi langkah Pemkab Barito Utara yang menjajaki kerja sama pendidikan dengan dua perguruan tinggi ternama di Provinsi Jawa Barat tersebut pada Senin (12/10/2026).

Menurut anggota Komisi I DPRD Barito Utara itu, peningkatan kapasitas ASN merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pemerintahan dan pembangunan yang semakin kompleks. Karena itu, peluang menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi berkualitas perlu dimanfaatkan untuk menciptakan aparatur yang profesional, berkompeten, dan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Penjajakan kerja sama ini merupakan langkah yang patut didukung. Kami berharap tidak berhenti pada tahap pembicaraan saja, tetapi dapat diwujudkan dalam program nyata yang sesuai dengan kebutuhan Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.

Politisi dari daerah pemilihan (Dapil) I Teweh Tengah tersebut menilai, kerja sama pendidikan dapat membuka kesempatan bagi ASN untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui pendidikan sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), hingga pendidikan dokter spesialis sesuai persyaratan dan kebutuhan daerah.

Ia menegaskan, penentuan program pendidikan hendaknya dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga ilmu dan keahlian yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintahan serta kualitas pelayanan publik.

Selain pengembangan pendidikan formal, Patih Herman juga melihat peluang kerja sama dalam bidang penelitian, pengembangan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan solusi yang relevan dengan persoalan pembangunan di Kabupaten Barito Utara.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan program nantinya didukung perencanaan yang matang. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain mekanisme seleksi peserta, pembiayaan pendidikan, penentuan program studi prioritas, serta komitmen peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, investasi di bidang pendidikan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Peningkatan kualifikasi ASN perlu diikuti dengan perubahan kualitas kerja, peningkatan inovasi, serta pelayanan publik yang semakin efektif dan responsif.

Patih Herman berharap Pemkab Barito Utara dapat segera merumuskan langkah lanjutan bersama Unpad dan ITB agar peluang kerja sama tersebut menghasilkan program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM serta percepatan pembangunan daerah.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas aparatur merupakan salah satu fondasi penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Barito Utara.(jes)