PEMBUKAAN KEJUARAAN TENIS MEJA – Mewakili Kadis Budparpora H. Monte, mewakili Ketua KONI Barito Utara Karianto Saman, Ketua PTMSI Barito Utara Fadli bersama pengurus saat menghadiri pembukaandan Kejuaraan Tenis Meja se-DAS Barito di Lapangan Futsal Kodim 1013 Muara Teweh, Jumat (14/8/2026).(foto: WB)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Kejuaraan Tenis Meja se-DAS Barito Tahun 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi atlet Barito Utara untuk mematangkan kemampuan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.

Mewakili Ketua KONI Barito Utara, Ketua Bidang Organisasi KONI, Karianto Saman, saat membuka kejuaraan di Lapangan Futsal Kodim 1013 Muara Teweh, Jumat (14/8/2026), mengingatkan para atlet agar memanfaatkan setiap pertandingan sebagai kesempatan mengasah fokus, konsentrasi, mental dan strategi permainan.

Karianto menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, pengurus PTMSI, sponsor, pelatih, official, atlet serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Menurutnya, kompetisi tenis meja tidak semata-mata berorientasi pada perolehan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi antaratlet dan klub, membangun sportivitas, menjaga kebugaran serta menemukan talenta-talenta baru yang berpotensi dikembangkan.

“Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah memberikan kemampuan terbaik, menghormati lawan dan tetap menaati aturan pertandingan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Barito Utara, Pariadi AR, SKM, melalui Kepala Bidang Olahraga, H. Monte, menilai tenis meja memiliki nilai pembinaan yang kuat karena tidak hanya membutuhkan kecepatan dan ketepatan, tetapi juga konsentrasi serta mental yang tangguh.

“Olahraga ini mengajarkan kita tentang kedisiplinan, fokus yang kuat dan mental pantang menyerah,” katanya.

H. Monte berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana PTMSI Barito Utara dalam menjaring atlet muda potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga menyebut pertandingan sebagai sarana evaluasi bagi atlet untuk mengukur perkembangan hasil latihan yang telah dijalani. Menurutnya, prestasi memang penting, tetapi nilai sportivitas dan kejujuran harus tetap menjadi bagian utama dalam setiap pertandingan.

Ketua PTMSI Barito Utara, Fadli, menjelaskan kejuaraan tersebut mempertandingkan sejumlah kategori. Sebanyak 35 pelajar tercatat mengikuti kompetisi, sementara kategori veteran diikuti 40 peserta atau 19 pasangan. Adapun kategori ganda diikuti 23 pasangan atau sebanyak 46 peserta.

Fadli berharap kejuaraan tingkat DAS Barito tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan tenis meja yang dilakukan secara berkelanjutan di Barito Utara.

Selain menjadi ajang kompetisi, pertandingan juga menjadi bahan evaluasi bagi atlet dan pelatih dalam melihat kekuatan maupun kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Kejuaraan Tenis Meja se-DAS Barito Tahun 2026 sekaligus diharapkan mampu melahirkan talenta baru dan memperkuat komposisi atlet Barito Utara yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Kalimantan Tengah pada Oktober mendatang.( jes)