Raker LP3KD Barito Utara Dibuka, Perkuat Pembinaan Umat dan Persiapan Pesparani Nasional 2027

RAKER LP3KD- Mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Barito Utara, Bimas Kristen Kemenag Seri Mawarti, S.PAK., didampingi para pastor, pengurus, penasehat LP3KD membuka secara resmi kegiatan Raker LP3KD Kabupaten Barito Utara tahun 2026, di aula Gereja Katolik Santa Maria De La Salette Muara Teweh, Senin (24/8/2026).(foto: WB)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Rapat Kerja Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, yang diwakili oleh Bimas Kristen Kemenag, Seri Mawarti, S.PAK., di aula Gereja Katolik Santa Maria De La Salette Muara Teweh, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dari tanggal 24-25, yang dihadiri Ketua Umum LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Fransiskus Xaverius Manesa, M.Pd., Ketua Umum LP3KD Kabupaten Barito Utara, Alkatri, M.Pd., para pastor, penasehat, serta jajaran pengurus LP3KD Kabupaten Barito Utara.
Dalam sambutannya, Seri Mawarti menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran LP3KD Kabupaten Barito Utara yang telah menyelenggarakan rapat kerja sebagai momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah strategis pembinaan umat melalui seni dan budaya rohani.
“Atas nama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran LP3KD di Kabupaten Barito Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya saat membacakan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya, rapat kerja memiliki arti penting dalam menghasilkan perencanaan yang baik, terarah, realistis dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan serta pengembangan kehidupan keagamaan, khususnya di bidang seni budaya rohani.
Ia menekankan pentingnya sinergi, koordinasi dan komunikasi antara LP3KD dengan pemerintah, Kementerian Agama, tokoh agama Katolik, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Rapat kerja ini tidak hanya menjadi forum untuk menyusun program kerja secara administratif, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat kebersamaan serta menghasilkan gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan LP3KD dan kehidupan keagamaan umat Katolik khususnya serta masyarakat Kabupaten Barito Utara pada umumnya,” katanya.
Seri Mawarti juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai wadah berdiskusi dan bertukar pikiran, termasuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan serta menyusun program kerja yang benar-benar memberikan dampak positif bagi umat dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa LP3KD juga memiliki tanggung jawab mempersiapkan berbagai program dalam rangka menghadapi Pesparani Nasional IV yang akan digelar di Manado pada 2027 mendatang.
“Apalagi kita akan mempersiapkan Pesparani Nasional keempat di Manado tahun 2027. Kepada semua peserta rapat kerja, saya mengajak untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, terbuka dan penuh semangat,” ungkapnya.
Ia berharap hasil Raker LP3KD Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 dapat melahirkan keputusan dan program kerja yang bermakna, dapat dilaksanakan dengan baik serta semakin memperkuat peran LP3KD dalam mendukung pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Barito Utara.
Sementara itu, Ketua Umum LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Fransiskus Xaverius Manesa, M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rapat kerja tersebut. Kehadirannya bersama jajaran LP3KD provinsi diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan pembinaan LP3KD di tingkat kabupaten.
Raker LP3KD Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan umat serta mematangkan persiapan kontingen Barito Utara dalam menghadapi berbagai agenda Pesparani, khususnya Pesparani Nasional IV di Manado tahun 2027.
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi seluruh pengurus serta pemangku kepentingan, LP3KD Barito Utara diharapkan semakin mampu mengembangkan seni dan budaya rohani Katolik sekaligus berkontribusi dalam memperkuat kerukunan serta kehidupan keagamaan di daerah.(jes)




Tinggalkan Balasan