“Gowes Sambil Awasi Kebersihan, Bupati Barito Utara Temukan Tumpukan Sampah di Depan Pasar”

TUMPUKAN SAMPAH DEPAN PASAR-Bupati Barito Utara H. Shalahuddin disela gowes bersama, menyempatkan diri untuk melihat tumpukan sampah di depan Pasar Barito Permai yang dinilai mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan, Minggu (19/4/2026).(WB: Diskominfosandi)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Di tengah agenda olahraga bersepeda bersama masyarakat pada Minggu pagi (19/4/2026), Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, justru menemukan persoalan lingkungan yang mencolok di kawasan Pasar Barito Permai. Alih-alih hanya menikmati rute gowes, orang nomor satu di daerah itu memilih berhenti dan meninjau langsung tumpukan sampah yang menggunung di depan pasar.
Dengan didampingi staf ahli, asisten sekretaris daerah, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Bupati menyoroti kondisi tersebut sebagai hal yang tidak boleh dibiarkan. Menurutnya, sampah yang berserakan tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan para pedagang dan pengunjung.
“Kita tidak ingin kebersihan kota terabaikan hanya karena kelalaian kecil. Saya minta ini segera ditangani,” tegas H. Shalahuddin di lokasi.
Ia langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperketat pengawasan dan jadwal pengangkutan sampah, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan pasar. Bupati juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara serius memberlakukan Perda Nomor 2 Tahun 2026, yang mengatur sanksi pidana kurungan hingga 6 bulan atau denda maksimal Rp50 juta bagi siapa pun yang kedapatan membuang sampah sembarangan di area terlarang.
Meskipun di lokasi sudah terpasang papan imbauan dari DLH, Bupati menilai sosialisasi dan penegakan aturan perlu ditingkatkan. Ia meminta aparatur terkait tidak hanya memasang papan, tetapi juga rutin melakukan razia dan pendekatan persuasif kepada warga.
“Aturan sudah jelas. Sekarang tinggal bagaimana kita sama-sama mematuhinya. Kebersihan itu investasi kenyamanan bersama,” ujarnya.
Di akhir peninjauan, H. Shalahuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat Barito Utara untuk tidak menunggu perintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap ke depan, tidak ada lagi temuan serupa di Pasar Barito Permai maupun kawasan lain di Muara Teweh.
“Kalau lingkungan bersih, aktivitas ekonomi lancar, warganya sehat. Itu tujuan kita semua,” pungkasnya.(jes)




Tinggalkan Balasan