Anggota DPRD Barito Utara Patih Herman AB

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Semangat transformasi digital di kalangan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Barito Utara mendapat sorotan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggota DPRD setempat, Patih Herman AB, menegaskan bahwa pelatihan teknologi digital yang baru saja digelar harus menjadi pintu masuk bagi kebijakan yang lebih besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

Menanggapi gelaran pelatihan oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertranskop-UKM) yang diikuti 25 pelaku UMK beberapa waktu lalu, Patih Herman AB menyatakan bahwa DPRD akan mengawal agar program peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Ia menekankan perlunya keberlanjutan program agar dampaknya terasa signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

“Kami mengapresiasi inisiatif Disnakertranskop-UKM. Namun, kami di DPRD ingin memastikan bahwa pelatihan seperti ini memiliki kesinambungan. Jangan sampai para pelaku UMK sudah mendapatkan bekal, lalu tidak ada pendampingan lebih lanjut. Ini harus masuk dalam prioritas pembangunan daerah,” ujar Patih Herman AB saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).

Politisi tersebut menjelaskan bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada perluasan pasar dan efisiensi usaha melalui platform digital. Pelatihan yang menghadirkan narasumber dari LPK Greenery Business Coaching atau Lembaga Nusantara Gilang Gemilang Provinsi Kalimantan Tengah dinilainya sudah tepat, namun perlu diikuti dengan fasilitasi akses permodalan dan pendampingan teknis yang intensif.

“Setelah mereka paham teknologi, tugas kita selanjutnya adalah memastikan mereka bisa mengakses pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah, dalam hal ini, harus hadir untuk memfasilitasi konektivitas antara pelaku UMK dengan marketplace atau bahkan pasar ritel modern,” imbuhnya.

Patih Herman AB juga menyoroti pentingnya sinergi antara DPRD dan eksekutif dalam menyusun anggaran yang berpihak pada pengembangan UMKM. Ia berjanji akan mendorong agar alokasi dana untuk program pelatihan dan pendampingan UMKM dapat ditingkatkan, serta melibatkan peran serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“DPRD siap menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Kami juga akan mendorong agar produk-produk unggulan Barito Utara tidak hanya dikenal lokal, tetapi bisa menembus pasar nasional melalui literasi digital yang kuat,” tutup Patih Herman AB.

Dengan dorongan dari legislatif ini, diharapkan ekosistem digital UMKM di Kabupaten Barito Utara dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(jes)