Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Gun Sriwitanto

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara mendorong agar proyek pembangunan tiga infrastruktur vital, yakni Jembatan Sikan–Tumpung Laung, Jembatan Lemo, dan Jembatan Lahei, tidak lagi sekadar wacana. Legislator mendesak eksekutif untuk segera menuntaskan detail desain dan memulai konstruksi fisik pada tahun anggaran berjalan.

Gun Sriwitanto, anggota DPRD setempat, menegaskan bahwa ketiga akses tersebut merupakan simpul ekonomi yang selama ini dinanti masyarakat di wilayah utara dan timur Barito Utara. Menurutnya, setiap hari keterlambatan pembangunan berarti kerugian ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga.

“Kami di DPRD tidak hanya menyetujui, tapi akan mengawal ketat agar proses perencanaan yang sedang dimatangkan di tingkat pusat ini rampung dalam waktu dekat. Ini soal hajat hidup orang banyak. Akses kesehatan, pendidikan, dan harga komoditas sangat tergantung pada jembatan ini,” ujar Gun saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Ia menyoroti bahwa selama ini mobilitas warga dan distribusi logistik dari dua kecamatan masih menggunakan jalur memutar dengan waktu tempuh yang tidak efisien. Jembatan Sikan–Tumpung Laung misalnya, diyakini akan memangkas perjalanan hingga setengah hari dan menekan biaya transportasi secara signifikan.

DPRD, lanjut Gun, telah menyiapkan instrumen pengawasan berbasis kinerja. Jika desain teknis rampung sesuai target Februari mendatang, maka alokasi anggaran multiyears akan dibahas lebih awal bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

“Kami tidak ingin ada kendala administratif di DPRD. Jika eksekutif serius menyiapkan dokumen perencanaan, kami pasti kejar agar penganggarannya tidak molor,” tegasnya.

Dalam rapat konsolidasi teknis di Jakarta sehari sebelumnya, Bupati H. Shalahuddin menginstruksikan percepatan penyusunan DED (Detail Engineering Design). Ia mengingatkan bahwa jembatan Lahei merupakan urat nadi penghubung wilayah utara yang selama ini terisolasi secara musiman.

Dengan semangat kolaborasi, DPRD dan Pemkab Barito Utara kini bergerak paralel; satu sisi merampungkan rancangan, sisi lain menyiapkan payung regulasi dan kebijakan fiskal. Masyarakat di tiga titik strategis itu pun berharap, tahun ini bukan tahun penantian biasa, melainkan awal dari konektivitas yang setara.(jes)