Diasuh Instruktur TNI-Polri, 68 Calon Paskibraka Barito Utara Adu Ketangguhan PBB di Tiara Batara

SELEKSI PBB-Pelatih dari TNI dan Polri melaksanakan seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada calon anggota Paskibraka sebagai tahapan akhir dalam penjaringan calon Paskibraka tahun 2026, di Arena Tiara Batara, Senin (6/4/2026).(foto:WB)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Sebanyak 68 peserta yang lolos tahap kesamaptaan harus kembali membuktikan kedisiplinan dan kekompakan dalam seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang digelar di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Senin (6/4/2026). Tahapan ini menjadi gerbang terakhir bagi mereka sebelum ditetapkan sebagai calon Paskibraka Kabupaten Barito Utara tahun 2026.
Berbeda dari hari sebelumnya yang menguji fisik di Stadion Swakarya, seleksi kali ini mengasah ketelitian gerakan dan ketegapan menerima aba-aba. Para pelatih dari TNI dan Polri terlihat silih berganti memandu dan menilai 12 materi gerakan, mulai dari sikap sempurna, hormat, jalan di tempat, langkah biasa, langkah tegap, hingga gerakan hadap kanan, serong kanan, balik kanan, serta kemampuan vokal dalam memberi aba-aba.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Barito Utara, Sumadi Kamarol, menjelaskan bahwa seleksi PBB ini merupakan penentu akhir. Dari 68 peserta, hanya 51 orang yang akan dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka tingkat kabupaten.
“Mereka tidak hanya dinilai dari fisik, tetapi juga dari mental, kekompakan, dan rasa tanggung jawab saat melakukan gerakan. Ini adalah filter terakhir sebelum kita menentukan siapa yang layak mengemban amanah sebagai pengibar bendera,” ujar Sumadi di lokasi seleksi.
Dari 51 calon yang nantinya terpilih, enam orang (tiga pasang) akan kembali mengikuti seleksi untuk mewakili Barito Utara di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Sisanya, sebanyak 45 orang, akan ditetapkan sebagai anggota Paskibraka kabupaten untuk tahun 2026.
Sumadi berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Kedisiplinan dan semangat nasionalisme harus terpancar dari setiap gerakan. Kami titip pesan, jadilah generasi yang bangga menjadi pengibar bendera pusaka,” tutupnya.(jes)




Tinggalkan Balasan