Desa Pendreh Raih Trophy ProKlim Utama 2025, Kolaborasi SMM–DLH Bukukan Lompatan Skor dari 57,6 ke 89,8

TERIMA PENGHARGAAN-Perwakilan warga dari Desa Pendreh saat menerima penghargaan.
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Upaya kolaboratif antara PT Suparabari Mapanindo Mineral (SMM) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara membuahkan hasil membanggakan. Desa Pendreh resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 50 desa penerima Trophy dan Sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan tersebut disampaikan pada penganugerahan ProKlim di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 19 November 2025.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Abdul Syukur, Department Head CSR PT SMM, Jumat (5/12/2025) di Muara Teweh, ia menjelaskan bahwa keberhasilan Desa Pendreh tidak lepas dari implementasi program pilar lingkungan SMM yang diselaraskan dengan target DLH Barito Utara. Melalui dukungan pendanaan dan pendampingan teknis, PT SMM fokus melakukan pembenahan pada tiga aspek utama penilaian ProKlim, yakni adaptasi, mitigasi, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
“Awalnya skor ProKlim Desa Pendreh hanya berada pada angka 57,6. Kami kemudian berkolaborasi bersama DLH menginisiasi program besar ‘Pekan Kampung Iklim SMM–PAMA’ yang di dalamnya terdapat beberapa program turunan yang menyasar seluruh aspek penilaian ProKlim sekaligus,” ujar Abdul Syukur.
Program besar tersebut terdiri dari: Pendreh Green Edu – Program penanaman pohon oleh seluruh siswa di Desa Pendreh.
Program SIAGA (Sinergi Aksi SMM–PAMA) – Gerakan aksi tata lingkungan dan gotong royong warga.
Jejak Sehat SMM–PAMA – Program peningkatan kualitas lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
SMM–PAMA Berdikari Award – Ajang penghargaan bagi individu paling berpengaruh dalam aksi lingkungan di Desa Pendreh.
Berbekal strategi program yang terstruktur dan partisipatif, skor ProKlim Desa Pendreh melonjak signifikan dari 57,6 menjadi 89,8. “Target awal kami sebenarnya hanya menembus ambang skor 81 agar Desa Pendreh bisa meraih Sertifikat ProKlim. Namun berkat sinergi dan keterlibatan masyarakat, skor justru bisa terdongkrak hingga 89,8, sehingga layak meraih Trophy,” jelasnya.
Pada Juli 2025, Desa Pendreh bahkan masuk sebagai 1 dari 16 desa di Indonesia yang lolos sebagai calon penerima Trophy ProKlim Utama dan mendapat kesempatan visitasi offline oleh tim Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK. Dari total 355 peserta, hanya 16 desa yang diverifikasi lapangan langsung, sementara 339 lainnya dilakukan verifikasi daring. Proses validasi lapangan di Desa Pendreh dilakukan pada 16–17 Juli 2025.
“Penghargaan ProKlim Utama ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dunia usaha dan pemerintah daerah dapat melahirkan program lingkungan yang berdampak nyata dan berkelanjutan,” tutup Abdul Syukur.
Dengan capaian ini, Desa Pendreh menjadi salah satu contoh sukses desa binaan perusahaan yang mampu bertransformasi menjadi desa tangguh iklim dan berkomitmen tinggi terhadap aksi lingkungan.(jes)




Tinggalkan Balasan