Barito Utara Darurat Koperasi! Hanya 6 dari 96 Kopdeskel Merah Putih yang Beroperasi

RAKOR PERCEPATAN OPERASIONAL -Dinas Nakertranskop UKM Kabupaten Barito Utara melaksanakan rakor Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih Barito Utara Tahun 2025, yang dilaksanakan di Aula SMPN 1 Muara Teweh, Kamis (27/11/2025).(wartabarito:ist)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Rakor yang digelar di Aula SMPN 1 Muara Teweh pada Kamis (27/11/2025) ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi, di mana dari 96 koperasi yang telah terbentuk, hanya 6 yang benar-benar sudah berjalan.
Dr. H. Ardian, Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, yang mewakili Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, secara resmi membuka forum yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perbankan, asosiasi desa, dan para ketua koperasi ini.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Ardian, terunggap kegelisahan atas lambatnya operasionalisasi koperasi tersebut. “Kondisi tersebut menurut Bupati menjadi tantangan yang harus segera dicarikan solusi bersama,” demikian penegasan dalam sambutan itu.
Bupati menekankan bahwa Kopdeskel Merah Putih adalah program strategis nasional yang diamanatkan melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi akar rumput dengan menghadirkan gerai layanan seperti sembako, apotek desa, klinik, hingga unit simpan pinjam.
“Kita harus rapatkan barisan, bergandeng tangan mengatasi kendala di lapangan agar percepatan operasionalisasi koperasi dapat berjalan cepat dan tepat,” seru Bupati Shalahuddin melalui perwakilannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, M Mastur, menyatakan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi konkret. Rakor ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong koperasi-koperasi yang masih “tidur” agar segera beroperasi.
Dengan dihadiri 250 peserta, forum ini diharapkan menjadi titik balik untuk mempercepat bangkitnya Kopdeskel Merah Putih, yang diyakini mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Barito Utara.(jes)




Tinggalkan Balasan