RAPAT KOORDINASI-Bupati H. Shalahuddin bersama Wakil Bupati, Sekda, dan jajaran Direksi Perusda Batara Membangun menghadiri Rapat Koordinasi dan Silaturahmi dengan manajemen PT MGE serta perusahaan se-Kabupaten Barito Utara di Aula Setda Lantai I, Selasa (26/5/2026). (foto:WB)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Jajaran Direksi Perusda Batara Membangun, Manajemen PT MGE, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara, di Aula Setda Lantai I, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, staf ahli bupati, para asisten, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, insan pers, serta sejumlah perwakilan perusahaan.

Dalam sambutannya, Bupati H. Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan daerah memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan investor yang beroperasi di wilayah Kabupaten Barito Utara.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat agar pembangunan, investasi, dan kegiatan usaha dapat berjalan selaras dengan kebutuhan serta kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas penguatan investasi, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti berbagai isu strategis daerah. Salah satunya terkait rencana pembangunan fasilitas penampungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang harus memperhatikan aspek keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa setiap rencana pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan wajib melalui kajian yang komprehensif serta memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Pengelolaan limbah B3 harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga kembali menyoroti pentingnya percepatan pengurusan Participating Interest (PI) 10 persen dari sektor migas. Menurutnya, hak daerah sebagai wilayah penghasil harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah dan mendukung pembangunan berbagai sektor.

Di sisi lain, H. Shalahuddin menyambut positif rencana investasi pembangunan industri pengolahan minyak goreng di Kabupaten Barito Utara. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Menurutnya, kehadiran industri pengolahan di daerah tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor perkebunan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat sektor perdagangan, transportasi, serta mendukung perkembangan UMKM lokal.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui percepatan pelayanan, koordinasi lintas sektor, serta berbagai kebijakan yang dapat mendorong investasi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berdaya saing, berwawasan lingkungan, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.(jes)