BIMTEK SPMB DI MUARA TEWEH-Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Samsul Astorijaya membuka kegiatan bimtek Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).(WB:Disdik Barut)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Sebanyak puluhan operator sekolah dan tenaga teknis se-Kabupaten Barito Utara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar Dinas Pendidikan setempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Samsul Astorijaya, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiluddin A. Surapati.

Dalam arahannya, Samsul menegaskan bahwa digitalisasi SPMB bukan sekadar modernisasi prosedur, melainkan langkah strategis mewujudkan penerimaan siswa baru yang bersih dari praktik diskriminatif.

“Kami ingin tidak ada lagi anak yang terhambat hak pendidikannya karena kesalahan input data atau ketidaktahuan teknis. Sistem ini dirancang seadil mungkin, termasuk mengakomodasi aturan zonasi yang berpihak pada pemerataan akses pendidikan,” tegas Samsul di hadapan para peserta.

Bimtek ini terbagi dalam dua sesi utama: pertama, simulasi pendaftaran dan verifikasi data calon siswa; kedua, praktik langsung penanganan kendala umum seperti error sistem atau ketidaksesuaian dokumen. Para peserta juga diajak mendiskusikan skenario-skenario kritis di lapangan, mulai dari kendala jaringan hingga pembaruan data domisili yang tidak sinkron.

Salah satu peserta, operator SD Negeri 2 Muara Teweh, mengapresiasi adanya ruang tanya jawab interaktif. “Selama ini kami sering bingung menangani kasus orang tua yang tidak punya gawai sama sekali. Sekarang ada panduan konkret dari narasumber,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Barito Utara menargetkan seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut dapat mengimplementasikan SPMB digital secara mandiri saat pendaftaran dibuka nanti. Masyarakat juga diimbau segera mempersiapkan dokumen kependudukan anak sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar.

“Kami ingin tahun ajaran baru nanti dimulai dengan ketenangan, bukan dengan kepanikan administrasi. Transparansi adalah harga mati, dan teknologi adalah kendaraannya,” pungkas Samsul.(jes)