Duta GenRe Barut Manfaatkan Gelombang Radio untuk Gaet Generasi Muda Melek Perencanaan Masa Depan

GANDENG LPPL BATARA FM-Duta GenRe Kabupaten Barito Utara menggandeng LPPL Batara FM dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja, melalui dialog interaktif yang disiarkan secara langsung di radio.(WB:Dok Diskominfosandi)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Puluhan remaja di Kabupaten Barito Utara kini semakin mudah mengakses informasi seputar perencanaan masa depan berkat inisiatif kolaboratif Duta Generasi Berencana (GenRe) bersama LPPL Batara FM. Dialog interaktif yang digelar Kamis (28/2/2026) lalu menjadi wadah diskusi hangat tentang isu-isu strategis yang dihadapi generasi muda saat ini.
Kepala Disdalduk KB P3A Barito Utara, Silas Patiung, mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan para duta GenRe dalam memanfaatkan media radio untuk menjangkau kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa investasi terbesar pembangunan daerah terletak pada kualitas sumber daya manusianya, terutama generasi muda.
“Kami tidak bisa hanya mengandalkan sosialisasi tatap muka. Radio memiliki kekuatan untuk menembus batas wilayah dan waktu. Ketika Duta GenRe berbicara tentang masa depan, saya berharap gelombang suara mereka sampai ke seluruh pelosok, bahkan ke telinga remaja yang mungkin selama ini belum terjangkau informasi,” ungkap Silas di Muara Teweh, Selasa (3/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Silas memaparkan tiga pilar utama program GenRe yang menjadi tameng bagi remaja Indonesia: pendewasaan usia perkawinan, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan bahaya narkoba.
Sementara itu, Duta GenRe Barito Utara 2025, Hanif Farizha Ghani dan Sarah Dwiyanti, tampil enerjik memandu diskusi dengan remaja pendengar yang antusias bertanya melalui sambungan telepon. Hanif menegaskan bahwa menjadi remaja tangguh bukan berarti harus menunggu dewasa untuk merencanakan segalanya.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa ngobrol soal pernikahan, karier, atau reproduksi itu tabu. Justru dengan membicarakannya secara terbuka dan ilmiah, remaja bisa terhindar dari informasi sesat yang sering menjerumuskan,” ujar Hanif.
Sarah menambahkan, kolaborasi dengan LPPL Batara FM merupakan strategi jitu karena frekuensi radio masih menjadi primadona di wilayah pedesaan yang minim akses internet. “Di desa-desa, radio masih hidup. Orang tua juga ikut mendengarkan. Edukasi jadi lebih masif karena keluarga bisa mendiskusikannya kembali di rumah,” jelasnya.
Dialog interaktif yang dikemas santai namun berbobot ini mendapat sambutan positif dari pendengar. Beberapa remaja mengaku mendapatkan pencerahan baru tentang pentingnya membuat peta jalan hidup sejak sekarang, termasuk dalam hal pendidikan lanjutan dan kesiapan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Program GenRe sendiri merupakan inisiatif nasional yang bertujuan membentuk karakter remaja agar mampu menolak tiga ancaman utama: pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkotika. Di Barito Utara, program ini terus digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media tradisional seperti radio.(jes)




Tinggalkan Balasan