RAPAT KOORDINASI-Asisten Sekda Eveready Noor bersama Kadis Kesehatan dan pejabat lainnya foto bersama usai pembukaan rakor Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) Tingkat Kabupaten Barito Utara Tahun 2025, di Aula Setda Lantai I, Senin (22/12/2025).(foto:wartabarito)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Untuk mengoptimalkan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Program Imunisasi tahun 2025. Pertemuan lintas sektor ini diadakan di Aula Setda Lantai I, Senin (22/12/2025), dan secara resmi dibuka oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Evererady Noor, mewakili Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin.

Acara ini mengumpulkan para pemangku kepentingan kunci, termasuk pejabat daerah, direktur RSUD Muara Teweh, camat se-kabupaten, perwakilan media, serta menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Riza Syahputra, M.A.P.

Dalam arahan Bupati yang disampaikan oleh Asisten Sekda, Evererady Noor ditekankan bahwa upaya pencegahan penyakit menular seperti campak, difteri, polio, dan hepatitis B memerlukan pendekatan kolektif. Imunisasi dinyatakan sebagai langkah strategis dan investasi vital dalam membangun daya tahan masyarakat serta menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

“Pencegahan penyakit melalui imunisasi adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, bukan hanya sektor kesehatan. Sinergi antara pemerintah, tenaga medis, tokoh masyarakat, hingga keluarga inti merupakan pondasi keberhasilan program ini,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi, menguatkan kolaborasi operasional, dan merancang komunikasi publik yang efektif. Tujuannya adalah memastikan informasi yang tepat dan akurat mengenai manfaat imunisasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mengklarifikasi berbagai miskonsepsi yang beredar.

“Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kita membangun perisai komunitas (herd immunity) yang akan melindungi yang paling rentan dan mendorong terciptanya masyarakat Barito Utara yang produktif dan berdaya saing,” tambah Bupati melalui perwakilannya.

Komitmen Pemkab Barito Utara dalam mendukung program kesehatan yang berdampak jangka panjang ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Diharapkan, dari forum ini lahir rencana aksi konkret yang mampu meningkatkan capaian imunisasi dan menekan angka kesakitan akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

“Semoga kolaborasi yang terjalin hari ini dapat diterjemahkan ke dalam kerja nyata di lapangan, untuk keselamatan dan kesehatan anak-anak kita, sebagai generasi penerus pembangunan daerah,” tutupnya.(jes)