Ardianto Soroti Pentingnya Gerak Cepat Tangani Karhutla di Tiga Titik Barito Utara

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, mengapresiasi gerak cepat tim gabungan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tiga lokasi di Kecamatan Teweh Baru, Kamis (6/8/2026).
Menurut Ardianto, kecepatan petugas dalam merespons laporan menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menekan risiko terhadap lingkungan maupun permukiman warga.
“Respons cepat seperti ini patut diapresiasi. Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan penanganan. Ini penting agar api tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Ardianto, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, karhutla terjadi di Jalan Trans Sosial Kilometer 7 Kelurahan Jingah, Jalan Sosial Kelurahan Jingah, dan Kelurahan Jambu. Total lahan yang terdampak kebakaran dari tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,40 hektare.
Ardianto menilai keberhasilan pengendalian api tidak terlepas dari sinergi antara BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), kepolisian, TNI, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
“BPBD tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri, MPA dan unsur lainnya sangat diperlukan, terutama ketika kebakaran terjadi di beberapa titik dalam waktu yang berdekatan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi petugas yang terus melakukan pengendalian hingga kondisi di lapangan dinyatakan aman, meski menghadapi kendala seperti keterbatasan penerangan dan jarak sumber air di salah satu lokasi.
Namun, Ardianto menegaskan penanganan karhutla tidak boleh hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Upaya pencegahan harus diperkuat, terutama melalui kewaspadaan masyarakat.
“Masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kalau melihat ada titik api, segera laporkan agar petugas bisa bergerak cepat sebelum api membesar,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan di lapangan terus ditingkatkan selama musim rawan karhutla sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.(jes)




Tinggalkan Balasan