Anggota DPRD Barito Utara Dukung Penuh Digitalisasi Sekolah: IFP Harus Jadi Solusi, Bukan Sekadar Pajangan

Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara Patih Herman AB
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, menyambut positif pelaksanaan Sosialisasi Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan sarana Teknologi Informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan.
Pernyataan itu disampaikan Patih Herman AB saat dimintai tanggapannya pada Rabu (21/1/2026) terkait sosialisasi yang telah berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh pada Rabu (14/1/2026) pekan lalu.
Ia menegaskan bahwa inisiatif Dinas Pendidikan Barito Utara tersebut merupakan langkah visioner yang tidak hanya berhenti pada pengadaan perangkat, tetapi juga menyentuh aspek peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran di jenjang SD maupun SMP.
“Kami di DPRD melihat ini sebagai momentum penting. Teknologi seperti IFP harus benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya menjadi simbol. Yang lebih utama adalah bagaimana perangkat ini mampu meningkatkan kompetensi guru dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif,” ujar Patih Herman AB.
Politisi tersebut menekankan bahwa sosialisasi yang melibatkan ratusan satuan pendidikan ini sangat krusial untuk memastikan bantuan dari pusat tidak mubazir. Menurutnya, pemahaman teknis mulai dari cara penggunaan, perawatan, hingga dampak pedagogis dari IFP harus dimiliki oleh para pendidik.
“Jangan sampai bantuan negara hanya menjadi pajangan di sudut kelas. Sosialisasi seperti ini memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Patih Herman AB juga menyoroti aspek kebanggaan nasional dalam pengadaan perangkat tersebut. Ia mengapresiasi penggunaan produk dalam negeri sebagai bentuk nyata dukungan terhadap industri lokal sekaligus upaya membangun kemandirian teknologi di bidang pendidikan.
Lebih jauh, ia mendorong Dinas Pendidikan untuk tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan melanjutkannya dengan pendampingan dan pengawasan berkelanjutan. Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan rawan banjir agar perangkat IFP dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman.
“Pemerataan akses teknologi adalah harga mati. Kami minta sekolah yang belum menerima untuk bersabar. DPRD akan terus mengawal agar program digitalisasi ini berjalan tepat sasaran, sesuai Program Strategis Nasional dan Asta Cita Presiden,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Patih Herman AB mengajak seluruh pemangku kepentingan kepala sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk bahu-membahu mewujudkan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Barito Utara demi lahirnya generasi unggul dan berdaya saing. (jes)




Tinggalkan Balasan