Konektivitas Terus Dibangun, Jembatan Lemo II Wujudkan Akses Lancar Tanpa Hambatan

TINJAU PEMBANGUNAN JEMBATAN LEMO II-Kadis PUPR Barito Utara M Iman Topik didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Camat Teweh Tengah, Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Bidang Jasa Konstruksi, serta tim teknis terkait dari Dinas PUPR meninjau langsung pembangunan jembatan Lemo II, Sabtu (7/2/2026).(WB:Dok Dinas PUPR)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Pembangunan infrastruktur penghubung di Kabupaten Barito Utara terus digenjot. Salah satu proyek strategis yang sedang dalam pantauan ketat adalah Jembatan Lemo II yang menghubungkan Desa Lemo dengan Lemo Seberang di Kecamatan Teweh Tengah. Jembatan ini menjadi bagian vital dari pelaksanaan program prioritas daerah, GASPOL 11–12.
Untuk memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai rencana dan target, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, M. Iman Topik, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (7/2/2026). Turut mendampingi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Camat Teweh Tengah, serta sejumlah pejabat dan tim teknis terkait.
“Keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya diukur dari aspek teknis semata, tetapi juga dari dampak sosial dan kemampuannya dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas M. Iman Topik. Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera mengatasi kendala akses yang selama ini dirasakan warga, sehingga mobilitas manusia, barang, dan jasa menjadi lebih efisien.
Dalam kunjungan tersebut, selain mengevaluasi progres konstruksi, dilakukan juga koordinasi intensif untuk menyelesaikan hal-hal non-teknis, termasuk proses musyawarah ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak. Langkah ini diambil sebagai upaya pre-emptif agar pelaksanaan pembangunan tidak menemui kendala di kemudian hari.
Secara terpisah, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menggarisbawahi makna strategis proyek penghubung ini. “Infrastruktur seperti Jembatan Lemo II adalah urat nadi penggerak ekonomi desa. Dengan akses yang mudah dan lancar, potensi ekonomi lokal dapat digali, pasar menjadi lebih terbuka, dan pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan akan lebih mudah dijangkau,” paparnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara optimistis, dengan tersambungnya kedua wilayah melalui jembatan ini, akan terjadi akselerasi pembangunan yang merata. Peningkatan konektivitas ini diyakini menjadi katalisator untuk memacu pertumbuhan ekonomi, memperkuat kohesi sosial, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Proyek yang masuk dalam program GASPOL 11–12 ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini terbatas aksesnya.(jes)




Tinggalkan Balasan