“Dari Talasemia hingga Pengakuan Nasional: Kisah Sukses Barito Utara Wujudkan Kesehatan untuk Semua”

TERIMA PENGHARGAAN UHC KATEGORI MADYA-Bupati Barito Utara H Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Drs. Muhlis, Kadis Kesehatan Barito Utara Pariadi AR, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Teweh Achmad Zainuddin menerima penghargaan UHC Kategori Madya tahun 2026, di Jakarta, Selasa (27/1/2026).(WB:Dok Prokopim Barut)
WARTABARITO.ID, Jakarta – Kisah kesembuhan seorang anak penderita talasemia di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen daerah itu dalam mewujudkan cita-cita kesehatan yang inklusif. Komitmen tersebut secara resmi diakui pada Selasa (27/1/2026) lalu, dengan diraihnya penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Madya oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara dari BPJS Kesehatan.
Penghargaan yang diserahkan di Jakarta tersebut diterima langsung oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan Sekretaris Daerah Drs. Muhlis. Prestasi ini diletakkan atas fondasi yang kuat: kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kabupaten itu telah menyentuh angka 100 persen dari total populasi 160.153 jiwa per akhir 2025, dengan 88,10% di antaranya merupakan peserta aktif.
“Program ini benar-benar meringankan beban kami,” tutur Biani (52), warga Jalan Pendreh, yang merasakan langsung manfaat JKN sejak 2017 untuk pengobatan rutin anaknya yang mengidap talasemia. “Saya tidak lagi memikirkan biaya pengobatan karena sudah ditanggung. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah,” ujarnya, menggambarkan dampak program yang iurannya untuk keluarga tidak mampu ditanggung oleh pemkab.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa JKN adalah instrumen strategis negara untuk keadilan kesehatan. “Melalui JKN, negara hadir memastikan seluruh penduduk dapat jaminan kesehatan yang layak, sejalan dengan agenda SDGs 2030,” tegas Ghufron. Ia juga menyitir penelitian LPEM FEB UI 2025 yang menunjukkan daerah pencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah dan beban finansial rumah tangga untuk kesehatan yang berkurang.
Bupati H. Shalahuddin menyatakan rasa syukur dan mengapresiasi sinergi seluruh pihak. “Capaian 100 persen ini adalah bukti keseriusan kami menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Penghargaan ini bukan akhir, tapi motivasi untuk terus naikkan kualitas layanan dan mengejar kategori yang lebih tinggi,” paparnya.
Dengan julukan Iya Mulik Bengkang Turan, Kabupaten Barito Utara kini tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya, tetapi juga dengan kepemimpinan visioner di bidang jaminan sosial kesehatan, mengukuhkan bahwa pelayanan kesehatan menyeluruh bukanlah sebuah impian, tetapi sebuah capaian yang dapat diwujudkan.(jes)




Tinggalkan Balasan