SHALAT JUMAT DI MASJID ISTIQLAL-Bupati Barito Utara H Shalahuddin bersama Sekda Muhlis disela kesibukannya menyempatkan diri shalat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (23/1/2026).(WB:Dok Prokopim Barut)

WARTABARITO.ID, Jakarta – Kunjungan kerja untuk koordinasi Program GASPOL 11.12 di Jakarta dimanfaatkan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, beserta jajaran pimpinan perangkat daerah untuk menunaikan Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jumat (23/1/2026). Keikutsertaan dalam ibadah di masjid nasional tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan di daerah.

Pasca menunaikan sholat, Bupati H. Shalahuddin menyampaikan kekagumannya terhadap pelayanan dan fasilitas yang ada di Masjid Istiqlal. Ia menilai masjid tersebut merupakan contoh ideal fasilitas publik keagamaan.

“Kehadiran di Istiqlal hari ini mengingatkan kita pada standar pelayanan publik yang ideal: nyaman, bersih, dan memuliakan setiap jamaah. Ini bukan sekadar soal kemegahan bangunan, tetapi tentang pengalaman spiritual yang disupport oleh fasilitas yang memadai,” ucap Bupati.

Momen tersebut menjadi renungan sekaligus pemantik visi bagi sang Bupati. Ia secara terbuka menyampaikan cita-citanya untuk menghadirkan fasilitas keagamaan yang setara bagi masyarakat Barito Utara.

“Inspirasi dari Istiqlal ini ingin kami wujudkan di tanah kita. Mimpi besar kami adalah memiliki rumah-rumah ibadah yang representatif, yang memberikan ketenangan jiwa dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” harap Shalahuddin.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mendoakan setiap langkah pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan fisik maupun spiritual memerlukan restu dan berkah dari Allah SWT.

“Mari kita satukan hati dan doa, agar setiap ikhtiar pembangunan Barito Utara, baik yang bersifat fisik seperti fasilitas umum maupun yang non-fisik, senantiasa dilimpahi ridho-Nya,” ajaknya.

Kegiatan ini merefleksikan pendekatan kepemimpinan yang menyeluruh, di mana komitmen pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual dan sosial kemasyarakatan sebagai pondasi yang kokoh.(jes)