Anggota DPRD Barito Utara H Nurul Anwar

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Komitmen pemerintah daerah dalam pengurangan risiko bencana di Barito Utara mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Meskipun mengapresiasi penyerahan bantuan peralatan kebencanaan kepada Desa Tangguh Bencana (DTB), dewan menekankan bahwa kelengkapan sarana harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

H. Nurul Anwar, Anggota DPRD setempat, menyebut hibah yang diserahkan Bupati Shalahuddin merupakan langkah awal yang baik. Namun, menurutnya, ketangguhan bencana tidak boleh hanya bertumpu pada alat.

“Alat yang canggih tanpa operator yang terlatih bisa jadi tidak optimal. Saya melihat poin pentingnya adalah pada langkah selanjutnya, yaitu bagaimana memastikan peralatan ini bisa hidup dan berfungsi maksimal di tangan warga dan relawan desa,” ujar Nurul kepada media, Rabu (3/12/2025).

Politikus ini menguraikan bahwa esensi dari konsep Desa Tangguh Bencana adalah membangun kemandirian komunitas. Oleh karena itu, menurutnya, program pemerintah harus berjalan dalam dua arah: penyediaan sarana dan pembangunan kapasitas secara berkelanjutan.

“Koordinasi tiga pilar, yaitu BPBD, aparat desa, dan kelompok masyarakat, harus terus dijaga. Harus ada program pelatihan berkala dan gladi lapangan untuk membentuk memori otot kolektif dalam menghadapi keadaan darurat,” tambahnya.

Sikap dewan ini dinilai sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif untuk memastikan program penguatan DTB memberikan dampak nyata. Diharapkan, dengan sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif, upaya membangun ketahanan tidak hanya sampai pada tahap serah-terima bantuan, tetapi benar-benar menciptakan komunitas yang siap, siaga, dan mampu memimpin penanganan awal di wilayahnya sendiri.

Fokus pada peningkatan kapasitas SDM ini dianggap sebagai langkah krusial untuk mengubah bantuan fisik menjadi suatu sistem ketangguhan yang berkelanjutan dan melekat di setiap desa.(jes)