Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PKB H. Permana Setiawan

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Barito Utara menyampaikan sejumlah catatan penting dalam pendapat akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi PKB, Permana Setiawan, pada rapat paripurna yang digelar Senin (1/12/2025).

Permana memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Badan Anggaran DPRD, TAPD, dan stakeholder terkait, yang telah bekerja keras melalui proses pembahasan panjang hingga Raperda APBD 2026 dapat dirumuskan secara komprehensif.

“Kami berharap APBD 2026 menjadi instrumen pembangunan yang benar-benar efektif serta mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, keadilan, dan berpihak pada masyarakat,” ucapnya.

Dalam penyampaiannya, Fraksi PKB mengajukan lima catatan strategis sebagai masukan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mengoptimalkan pelaksanaan APBD 2026.

Pertama, PKB menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi daerah dan penguatan kinerja BUMD seperti PDAM dan Perusahaan Daerah Batara Membangun. Pengelolaan yang profesional dan transparan dinilai menjadi kunci untuk mendongkrak kontribusi BUMD bagi pendapatan daerah.

Kedua, pemerintah diminta terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah terpencil, guna mewujudkan pemerataan hasil pembangunan bagi seluruh wilayah Barito Utara.

Ketiga, PKB mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pengelolaan APBD. Permana menyebut kritik dan masukan publik sebagai bagian penting untuk meningkatkan mutu pelayanan pemerintahan.

Catatan keempat terkait pemangkasan Dana Transfer Pusat yang mempengaruhi kapasitas fiskal daerah. PKB mendesak pemerintah daerah memperkuat komunikasi politik dengan pemerintah pusat agar dukungan anggaran tambahan dapat diperoleh, sehingga program pembangunan tidak terhambat.

Terakhir, PKB mengingatkan agar defisit anggaran dikelola secara hati-hati. Pemerintah daerah diminta mempertimbangkan risiko jangka panjang demi menjaga stabilitas fiskal.

Menutup penyampaiannya, Permana menyatakan optimisme Fraksi PKB terhadap APBD 2026. “Kami berharap anggaran tahun mendatang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Barito Utara,” tutupnya.(jes)