BUKA LAYANAN PBB-P2-BPPD Barito Utara membuka membuka pos layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di kawasan Pasar Wadai Ramadhan, di Jalan Imam Bonjol Muara Teweh.(WB:Dok BPPD)

WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat di bulan suci, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Barito Utara menghadirkan inovasi pelayanan dengan membuka stan khusus Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di area Pasar Wadai Ramadhan, Jalan Imam Bonjol, Muara Teweh.

Layanan keliling ini resmi beroperasi sejak pembukaan pasar pada 19 Februari 2026. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi warga yang ingin memanfaatkan waktu berbelanja takjil sambil menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka tanpa harus bepergian jauh ke kantor pemerintahan.

Kepala BPPD Barito Utara, Agus Siswadi, saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2/2026), menjelaskan bahwa pihaknya ingin menangkap peluang emas di tengah keramaian Pasar Wadai. “Kami melihat Pasar Ramadhan ini sebagai titik kumpul masyarakat yang efektif. Daripada warga harus menyisihkan waktu khusus ke kantor, kami yang datang ke tempat mereka berkumpul,” ungkap Agus.

Di pos pelayanan sementara ini, masyarakat tidak hanya dapat melakukan pembayaran, tetapi juga dilayani untuk konsultasi nominal pajak dan pencetakan SPPT yang hilang atau rusak. Petugas siaga melayani warga setiap hari selama jam operasional pasar.

“Dengan sistem jemput bola ini, kami berharap tidak ada lagi alasan masyarakat kesulitan mengakses layanan pajak. Ini bagian dari komitmen kami untuk memberikan kemudahan di tengah keberkahan Ramadhan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa pendapatan dari sektor PBB-P2 memiliki peran krusial dalam membiayai pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kabupaten Barito Utara. Ia mengajak seluruh wajib pajak yang datang ke Pasar Wadai untuk menyempatkan diri singgah ke stan pelayanan.

“Dengan membayar pajak, masyarakat turut berkontribusi langsung pada kemajuan daerah sendiri. Kami optimis realisasi pendapatan daerah akan meningkat dengan kemudahan akses seperti ini,” pungkasnya.

Kehadiran stan pajak di tengah puluhan lapak kuliner ini pun menjadi pemandangan unik dan mendapat respons positif dari pengunjung yang merasa terbantu dengan layanan satu atap tersebut.(jes)