DPRD Barito Utara Dorong Edukasi Pelajar Terkait Bahaya Radikalisme dan Penyalahgunaan Media Sosial

Anggota DPRD Barito Utara Wardathun Nur Jamilah
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Wardathun Nur Jamilah, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme serta dampak negatif penggunaan media sosial di kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut digelar di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh, Kamis (5/3/2026), dan diikuti oleh para siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap berbagai potensi ancaman di era digital.
Wardathun Nur Jamilah menilai kegiatan edukasi seperti ini sangat penting dilakukan sebagai langkah pencegahan sejak dini agar para pelajar memiliki pemahaman yang baik dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Ia mengatakan, pelajar saat ini sangat mudah mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan pembekalan pengetahuan agar mereka mampu menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat negatif.
“Melalui kegiatan seperti ini, para siswa dapat memahami berbagai risiko yang ada di dunia digital, termasuk bahaya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial maupun bermain game online,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai toleransi, serta rasa cinta tanah air harus terus ditanamkan kepada para pelajar agar mereka memiliki benteng moral yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Wardathun juga menekankan pentingnya peran bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memberikan pengawasan serta pendampingan kepada para pelajar, terutama dalam penggunaan media sosial dan aktivitas digital lainnya.
Selain itu, ia turut menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang masih terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak terhadap kondisi psikologis siswa.
Menurutnya, perundungan harus menjadi perhatian bersama agar lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan para siswa.
Ia berharap kegiatan sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Barito Utara.
“Dengan semakin banyak pelajar yang mendapatkan edukasi, diharapkan generasi muda kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, toleran, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” pungkasnya.(jes)




Tinggalkan Balasan