Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara H. Tajeri

WARTABATITO.ID, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Dr. H. Tajeri, mendesak jajaran Polres setempat untuk tidak berhenti pada penangkapan para kurir narkoba, melainkan terus membongkar jaringan hingga ke level bandar besar. Desakan ini disampaikan menyusul maraknya peredaran sabu yang meresahkan warga, terutama di kawasan perkotaan Muara Teweh.

“Aparat harus bergerak lebih masif. Jangan hanya puas menangkap ekor atau kurir. Target utamanya adalah bandar dan pengendali jaringan. Jika bandarnya masih bebas, peredaran narkoba tidak akan pernah putus,” ujar Tajeri kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).

Politisi senior tersebut juga mengingatkan bahwa peredaran gelap narkotika saat ini telah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan. Modus operandi para pelaku semakin beragam, mulai dari menyembunyikan barang haram di dalam dompet, kotak jam tangan, hingga tempat-tempat yang sulit dideteksi.

“Saya apresiasi kerja keras Satresnarkoba yang baru saja mengamankan dua terduga pelaku berinisial MS dan MM dengan barang bukti hampir 13 gram sabu. Itu langkah baik, tapi harus dikembangkan. Kita tunggu pengembangan penyidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.

Tajeri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk proaktif memberikan informasi kepada kepolisian. Menurutnya, tanpa dukungan publik, pemberantasan narkoba akan berjalan di tempat.

“Narkoba adalah musuh bersama. Mari kita ciptakan ketakutan bagi para bandar, bukan sebaliknya. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing,” imbaunya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Polres Barito Utara masih melakukan pendalaman kasus terhadap kedua tersangka yang ditangkap pada Rabu dini hari (15/4/2026) di Jalan Negara Km 27, Gang Hidayah, Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru. Petugas juga masih memburu kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan yang sama.

Tajeri menegaskan, Komisi III DPRD Barito Utara akan terus mengawal proses hukum ini dan mendorong agar pengungkapan kasus sabu menjadi prioritas utama jajaran kepolisian di daerah itu.(jes)