“Taufik Nugraha: Kesejahteraan Guru Prioritas, Pendidikan Barito Utara Harus Naik Kelas”

TERIMA KUNJUNGAN GURU-Ketua Komisi II DPRD Barito Utara H Taufik Nugraha menerima kunjungan silaturahmi perwakilan kepala sekolah dan guru se-Barito Utara di Gedung DPRD, Kamis (16/4/2026).(WB:ist)
WARTABARITO.ID, Muara Teweh – Puluhan perwakilan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Barito Utara disambut hangat oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD setempat, H Taufik Nugraha, di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026). Pertemuan yang berlangsung akrab itu menjadi ajang curhat para tenaga pendidik menyuarakan tantangan di lapangan.
Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam, para guru tak hanya membahas soal metode pengajaran, tetapi juga menyoroti keluhan nyata terkait insentif dan penghargaan bagi pendidik di daerah terpencil. Mereka menilai, semangat mengajar tak cukup hanya bermodal panggilan jiwa tanpa dukungan kesejahteraan yang layak.
“Kami seringkali mengajar dengan fasilitas seadanya. Jangan sampai guru di pelosok Barito Utara merasa dilupakan,” ujar salah seorang kepala sekolah yang hadir.
Menanggapi hal itu, Taufik Nugraha menyatakan pihaknya akan segera menginisiasi rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan Komisi terkait. Ia menekankan, kesejahteraan guru adalah bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan.
“Guru yang sejahtera akan mengajar dengan hati. Ini bukan janji manis, tetapi komitmen kami di fraksi untuk memperjuangkan anggaran yang berpihak pada tenaga pendidik,” tegas Taufik.
Ia juga mengusulkan adanya program peningkatan kapasitas guru secara berkala serta perbaikan distribusi bantuan operasional sekolah. Fraksi PDI Perjuangan, kata dia, akan memastikan setiap aspirasi guru masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD pada anggaran perubahan tahun berjalan.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk kelompok kerja bersama antara legislatif dan perwakilan guru guna memonitor realisasi peningkatan mutu pendidikan di Barito Utara. Taufik berharap kolaborasi ini tak berhenti di ruang dialog, tetapi berujung pada aksi nyata di lapangan.(jes)




Tinggalkan Balasan